Sunday, 25 March 2007

The Luck Factor : Ciptakan Keberuntungan dalam Hidup Anda

Seminar “The Luck Factor” yang diselenggarakan oleh pihak LoGOS Institute dan Komunitas TDA merupakan ‘kopdar’ saya yang pertama dengan Komunitas TDA.

Seminar ini hadiah kedua yang saya dapatkan dari TDA, yang sebelumnya saya telah mendapatkan ilmu tentang Law of Attraction dari film The Secret.

Apakah anda menyadari bahwa dalam kehidupan ini, ada orang yang hidupnya selalu dipenuhi keberuntungan (lucky) dan ada juga yang selalu sial? Ya, saya yakin anda menyadarinya.

Namun, apakah anda menyadari jika faktor keberuntungan (luck factor) itu dapat kita ciptakan dalam diri kita masing-masing? Saya yakin tidak semua menyadarinya, termasuk saya yang baru menyadarinya setelah mengikuti seminar tersebut. Jika anda tahu rahasia dari Luck Factor ini, maka hidup Anda akan dipenuhi keberkahan dan berkelimpahan.

Bapak Ahmad Faiz Zainuddin dari LoGOS Institute adalah penemu metode S-EFT (Spritual Emotional Freedom Techniques) sekaligus sebagai pembicara utama di dalam seminar tersebut. Judul dan isi dari seminar ini, diambil dari buku karangan Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris. Berikut merupakan intisari dari seminar tersebut dan ada beberapa hal yang saya tambahkan dari buku “La Tahzan” untuk memperkaya makna juga dari blog Pak Fauzi dan Pak Roni, silahkan membaca dan semoga bermanfaat.

Professor Richard Wiseman mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang beruntung dengan yang sial. Ia merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu beruntung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si beruntung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini“. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman meletakkan pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!“ Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific“ ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling“. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang.

Orang yang beruntung ternyata selalu “ge-er” terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit“. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Nah sekarang mari kita simak Faktor Keberuntungan yang disampaikan oleh Ahmad Faiz Zainuddin. Ia telah mengalami keberuntungan sepanjang hidupnya, salah satu contohnya adalah ketika dia mencari pasangan hidup, dia mendapatkan istri yang baik, segala jalan yang ia tempuh selalu diberi kemudahan oleh Allah. Berikut adalah 3 faktor yang akan membuat hidup Anda dipenuhi keberkahan dan berkelimpahan :

1. Bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki saat ini

Ingatlah setiap nikmat yang Allah anugrahkan kepada kita, Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki.

{Jika kamu menghitung rahmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.} (QS. Ibrahim:34).

Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah, kita memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Kita menguasai kehidupan, tetapi tak pernah mengetahuinya.

Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, usaha, pekerjaan, kesehatan, dan apa saja yang tersedia di sekeliling kita. Dan janganlah termasuk golongan {Mereka mengetahui nikmat Allah,kemudian mereka mengingkarinya.}(QS. An-Nahl:83).

Kita acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga kita pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa kita mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya kita masih memegang kunci kebahagiaan, karunia, kenikmatan, dsb. Maka pikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah!

2. Berbagi dengan bersedekah

Berbuat baik terhadap orang lain akan melapangkan dada. Ketika diri kita diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama manusia, niscaya kita akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati. Sedekahilah orang yang papa, tolonglah orang-orang yang terzalimi, ringankan beban orang yang menderita, berilah makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang terkena musibah, niscaya Anda akan merasakan kebahagiaan dalam semua sisi kehidupan Anda! Ini adalah mutlak benar adanya, karena saya sendiri pun sering mengalami kebahagiaan hati dengan membantu orang lain.

3. Selalu memperbaiki diri

Perbaiki diri kita secara terus menerus dalam segala aspek kehidupan kita. Jika kita berpegang teguh bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemaren dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, saya yakin segala aspek kehidupan yang kita jalani akan membuahkan kesuksesan.

Nah inilah 3 faktor menurut pak Faiz dalam seminar untuk menciptakan keberuntungan dalam kehidupan kita. Menurut hemat saya jika 3 faktor ini kita jalankan maka 4 faktor menurut Wiseman akan datang dengan sendirinya, karena dengan mengamalkan 3 point diatas maka hidup kita akan bahagia, merasakan kedamaian dalam hati dan dimudahkan rezeki kita.

Saya meyakini sepenuh hati dan akan terus mengamalkannya, walaupun saat ini rasa syukur terhadap nikmat yang Allah titipkan kepada saya masih kurang dan ini akan terus saya perbaiki. Bersedekah dengan mengeluarkan sebagian harta yg saya miliki, menolong orang yang sangat membutuhkan, membantu meringankan beban anak yatim, dll walaupun masih kecil dan mungkin tidak ikhlas, saya akan terus berusaha memperbaikinya. Ayo mari kita bersyukur, bersedekah dan memperbaiki diri kita :D.

Selengkapnya/Read More . . . .

Thursday, 22 March 2007

10 Pertanyaan Paling Menantang

Berikut merupakan catatan harian dari bapak Fauzi Rachmanto, sangat inspiratif. Selamat membaca.

Sewaktu menikah, kata orang kami berdua merupakan “pasangan ideal”, karena istri saya pegawai negeri dan saya karyawan bank swasta. Sudah punya karir, punya anak dua, punya rumah, punya mobil, kurang apa? Begitu kebanyakan teman dan keluarga bilang ke saya ketika saya memutuskan menjadi pengusaha. Paling susah jika ada acara kumpul2 keluarga atau teman. Biasanya muncul pertanyaan ataupun pernyataan luar biasa yg rada2 susah dijawab. Ada yang sempat saya jawab, ada yang bikin saya speechless. Berikut diantaranya:

1. Kenapa sih jadi pengusaha?
Jawab: Karena terlanjur! Hahaha … Jujur saja, tadinya karena terlanjur bikin perusahaan, jadi terpaksa serius. Ya begitulah hidup, kadang2 ada saja yang terjadi diluar rencana. Tapi setelah saya renungkan, menjadi pengusaha adalah pilihan hidup saya. Saya tetap menghormati pilihan hidup orang lain. Jadi karyawan juga tidak ada salahnya. Tapi saya pribadi pilih jadi pengusaha. Karena hanya dengan menjadi pengusaha, saya bisa melakukan banyak hal yang tidak mungkin saya lakukan ketika menjadi karyawan, misalnya:
- Memiliki potensi pendapatan yang sangat besar. Sementara kalau terus jadi karyawan, setinggi apapun jabatan saya pendapatan saya terbatas.
- Hanya dengan menjadi pengusaha saya dapat memberikan kesempatan buat orang lain untuk mencari nafkah di perusahaan saya. Istilahnya, bisa menjadi saluran rizki buat orang lain.
- Lebih banyak waktu bersama anak2 dan keluarga saya, sementara pendapatan terus mengalir. Sementara kalau jadi karyawan waktu saya habis tersita untuk perusahaan.

2. Bukankah hidup pengusaha itu susah, tidak bahagia?
Jawab: Ya, ada pengusaha yang tidak bahagia. Banyak juga karyawan yang tidak bahagia. Bahagia sebetulnya kan bukan soal profesi kita apa. Bahagia adalah pilihan hati kita mau bahagia atau tidak. Saya sih pilih bahagia.

3. Tapi kan pusing dan capek mikirin usaha?
Jawab: Ya, memang pusing kalau cuma dipikirin. Makanya usaha tidak untuk dipikirin saja, tapi juga dijalanin. Kalau sudah dijalanin sih pusing nya ilang kok. Diganti sama deg2 an ... hehehe. Dulu sebelum tahu ilmu nya saya juga capek. Dulu tidak ada delegasi ke tim, jadi semua saya jalanin sendiri. Saya ikutan dari mulai jualan, melakukan implementasi, sampai nagih. Caaape’ deeeh. Tapi sekarang dengan delegasi ke tim, alhamdulillah saya bisa lebih rileks.

4. Jadi pengusaha kan bisa bangkrut?
Jawab: Semua ada risiko nya. Jadi pengusaha penuh risiko. Jadi karyawan apalagi. Malah, yang harusnya paling takut perusahaan bangkrut itu justru para karyawan. Kalau perusahaan bangkrut, karyawan langsung dipecat. Kalau perusahaan saya bangkrut, belum tentu saya pribadi ikut bangkrut. Lagi pula saya sedang belajar menciptakan multiple streams of income, supaya sumber pendapatan saya tidak hanya dari satu usaha saja.

5. Gak takut banyak saingan?
Jawab: Dulu ya, saya takut saingan. Tapi setelah dijalani ternyata persaingan itu tidak menakutkan sama sekali. Malah positif buat kita karena memacu kita untuk selalu lebih baik. Kalau kita selalu lebih baik dari saingan, tidak ada lagi yang perlu ditakutkan.

6. Jadi karyawan kan lebih tentram?
Jawab: Ya ini kan soal pilihan. Mungkin jaman orang tua kita dulu menjadi karyawan cukup menentramkan dari segi finansial. Tapi dengan laju inflasi, semakin besarnya biaya sekolah, semakin tingginya biaya hidup, dan sebagainya, kalau saya terus jadi karyawan, justru saya tidak akan bisa tentram lagi ketika anak2 saya kuliah nanti.

7. Sudah punya karir kok ditinggalkan, apa tidak bersyukur kepada Tuhan?
Jawab: Saya sangat bersyukur atas apa yang Allah telah berikan kepada saya. Bahkan, dengan menjadi pengusaha saya semakin memahami arti bersyukur. Dulu, saya tinggal menunggu tanggal 25 semua beres, menghabiskan nya juga enteng saja. Kini, saya semakin dapat mensyukuri setiap rupiah yang saya terima. Betapa dibalik setiap rupiah tadi adalah rizki dari yang Maha Penyayang. Lagipula, menjadi pengusaha memungkinkan saya mengembangkan seluruh potensi yang Allah sudah berikan kepada saya. Itulah salah satu cara saya bersyukur.

8. Gak punya darah pengusaha kok jadi pengusaha?
Jawab: Ya, dulu memang kebanyakan pengusaha tradisional hanya meneruskan usaha orang tua nya. Maka muncul mitos soal darah pengusaha ini. Kenyataannya sekarang siapapun bisa jadi pengusaha. Karena mengelola usaha itu ternyata ada ilmunya dan bisa dipelajari. Saya memang masih belajar, tapi siapapun yg mau belajar insyaAllah pasti bisa.

9. Kenapa gak merangkap saja punya usaha tapi tetap jadi karyawan?
Jawab: Ya. Mungkin saja begitu. Saya juga pernah begitu. Tapi kok malah tidak maksimal. Usaha tidak berkembang, jadi karyawan juga gak tenang. Mungkin masalahnya di fokus. Kalau saya bekerja untuk perusahaan orang lain, semestinya dedikasi saya 100% untuk perusahaan itu. Dengan “nyambi“, saya kok merasa “selingkuh“ gitu. Itu kalau saya lho, mungkin orang lain tidak.

10. Kok sering dirumah, sebenernya kerjanya apa sih?
Jawab: Hehehe ... begini Oom, memang jaman sekarang sudah maju. Pertama, jasa yang perusahaan saya berikan memang lebih banyak pakai otak daripada otot, jadi saya bisa menyelesaikan sebagian besar kerjaan saya dimanapun lewat internet. Kedua, sebagian besar kerjaan yang butuh kehadiran fisik sudah saya delegasikan pada tim saya yang lebih muda dan lebih pinter, dan saya bayar mahal pula. Jadi saya tinggal memonitor saja. Memang sekarang mungkin aneh, tapi makin lama akan makin banyak orang yang bekerja seperti saya.

Selengkapnya/Read More . . . .

Saturday, 17 March 2007

My Secret Behind Entrepreneur

Judul yang ‘sok english’ dan sekaligus menjadi “pendahuluan” di blog saya. Saya mulai dengan cerita penting dalam hidup saya, yang menjadikan saya selalu ingin memperbaiki diri terus menerus. Apa itu?

Saya bekerja sebagai Web Programmer di perusahaan asing yang bergerak di bidang geographic information system (GIS) di Jakarta. Sejak pertamakali saya bekerja, banyak hal yang membuat saya frustasi dan kecewa dengan keputusan-keputusan pihak manajemen.

Saya merasa dirugikan, tetapi saya terus mencoba bertahan dan berusaha untuk bisa enjoy bekerja.Tak lama kemudian saya menuai hasilnya, saya beserta tim saya ditempatkan di ruang baru dan juga sejak itu banyak teman-teman yang membuat saya gembira.

Namun, entah kenapa saya selalu saja merasa bukan ini yang saya inginkan. Tiap hari dengan rutinitas, berangkat kerja – kerja pagi sampe sore – pulang kerja, dan terus dilakukan dari senin sampai jumat. Hari sabtu dan minggu menjadi hari untuk balas dendam, minggu malam harus sudah menyegerakan tidur biar besok paginya tidak telat, jika telat potong gaji :(.

Pekerjaan yang saya kerjakan adalah maintenance, mengerjakan project baru berbasis web, yang itu semua sama jika dilihat dari segi bussines logic nya. Sampai-sampai saya pernah mengerjakan sebuah project selesai hanya dalam 30 menit, karena saya sering mengerjakan yang itu-itu aja, tidak ada lagi tantangan.

Tetapi, saya tidak ingin berlarut-larut dalam kebosanan. Saya coba menerapkan teknologi baru kedalam aplikasi yang masih standard dengan semangat meneliti dan menerapkannya. Setelah selesai, perusahaan dengan senang hati “menyantapnya”. Saya dapat apa dari kantor? Tidak dapat apa-apa tuh (cuaape’ deh :P)

Setelah itu, kembali kerja seperti biasa, tidak ada project baru, maintenance kadang seminggu hanya 3 web klien yang musti diupdate. Tidak ada kerjaan, saya lebih banyak browsing, chatting dan hal-hal lainnya yang tidak berhubungan dengan pekerjaan kantor.

Saya merasakan bahwa, sistem kerja kantoran tidak cocok buat saya pribadi. Saya merasa bersalah dan berdosa, karena saya digaji untuk bekerja bukan untuk browsing, chating, dll. Serba salah itulah yang saya rasakan.

Suatu ketika saya jatuh sakit dan tidak masuk kerja kantor beberapa hari (kira-kira 3 bulan yang lalu). “Aku harus cepat sembuh!” ucapku dalam hati. Di sini saya terinspirasi untuk membaca buku, kenapa terinspirasi karena sebelumnya saya tidak suka membaca buku.

Segera setelahnya, saya mulai mencari-cari buku di rak-rak lemari, kemudian mata saya tertuju ke buku kecil bersampul warna putih dan mungil, “First Step To Be An Entrepreneur” judulnya. Buku ini dipinjamkan temen saya sewaktu saya ikut salah satuh bisnis network marketing. Pada saat itu saya tidak membacanya sama sekali.

Bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti oleh saya yang tidak suka baca buku sebelumnya, bab demi bab semakin membuat saya bergairah. “Subhanallah” saya seperti dibimbing oleh Nya untuk menjadi seorang Entrepreneur.

Sejak itu, saya mulai sering dan gemar membaca buku, blog dan artikel. Juga sering mencari hal-hal yang berkaitan dengan “entrepreneur” di internet, pertamakali saya menemukan website pak Purdi E Chandra.

Di sini saya banyak terinspirasi dengan artikel-artikel yang ada. Artikel yang paling berkesan buat saya yaitu artikel dari Pak Rusman Hakim yang diberi judul “Kisah Sang Mentor”.

Kemudian di web tersebut, saya juga menemukan buku berjudul “Master Your Mind, Design Your Destiny” (Adam Khoo). Subhanallah, isi buku ini merubah paradigma berfikir, dari buku ini mengingatkan saya akan suatu ayat Al-Qur’an bahwa “Allah tidak akan merubah nasib kamu jika kamu tidak merubahnya terlebih dahulu”.

Saya terus berusaha merubah nasib saya dengan memperbaiki diri, bertahap saya mencoba menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk saya dan selalu minta pertolongan dan bimbingan Nya melalui doa.

Kemudian, saya menemukan milis IYE (Indonesia Young Entrepreneurship), tapi saya tidak puas. Saya terus mencari hingga ketemu salah satu blog milik anggota TDA (Tangan Di Atas), dari situ saya menemukan blognya Pak Roni Yuzirman, Pak Hadi Kuntoro, blog Pak Fauzi Rachmanto dan blog-blog TDA lainnya.

Awalnya saya tidak tahu kalau TDA itu ada milisnya, saya hanya membaca artikel dari blog-blog TDA. Kemudian, karena saya sering membaca blog-blog TDA, saya semakin ingin tahu tentang komunitas ini.

Saya memberanikan diri menghubungi pak Roni, melalui Yahoo Messanger yang Id YMnya saya dapatkan dari blog beliau. Dan untungnya pak Roni saat itu lagi online karena sepengetahuan saya beliau jarang online di ym.

Sejak itu, saya tergabung menjadi anggota milis TDA. Subhanallah, milis ini sangat aktif dibanding dengan milis-milis lainnya yang saya punya, karena milis ini lebih banyak actionnya. Jadi ingat kata pak Roni di blognya “Take action miracle happen, no action nothing happen”.

Hadiah pertama buat saya dari milis ini adalah film “The Secret”, walaupun saya tidak sempat ikut acara nonton barengnya, namun dari milis itu saya mengerti inti dari film itu

The Law of Attraction (Hukum Ketertarikan) inti dari film tersebut. Yaitu, fikiran kita seperti magnet jika kita berfikir positif maka hal-hal positif akan datang ke diri kita. Namun, sebaliknya jika kita berfikir negatif maka kita akan menarik hal-hal negatif. Film ini mengingatkan saya cerama Aa Gym “Carilah seribu satu alasan untuk berprasangka baik”.

Saya jadi tahu alasan kenapa harus berfikir positif, sejak itu saya mempraktekannya tanpa beban sama sekali, “plong gitu aja”. Dulunya saya sering ngedumel jika bawa motor “diklaksonin” oleh kendaraan dibelakang saya. Sekarang saya berfikir positif aja “Bunyi klakson tersebut membantu saya untuk fokus dan tidak ngebut dijalan” jadi saya malah berterima kasih sama yang pencet klakson itu. :D

Dari kejadian-kejadian ini saya ingin terus memperbaiki diri menjadi orang yang lebih baik hari demi hari. Dan yang terpenting dari ini semua adalah saya punya keyakinan yang kuat untuk menjadi seorang Entrepreneur. Insya Allah seperti entrepreneurship yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Amin3x.

“Start from ourself, start from small thing, start and act now”.


Firdaus HM: halo pak roni...
Firdaus HM: assalamualaikum wr wb
Roni Yuzirman: wa'alaikum salam wr wb
Firdaus HM: sudah 2 bulan terakhir saya menyimak tentang web2 entrepreneur termasuk tangandiatas.com
Firdaus HM: saya berniat ikut komunitas TDA
Firdaus HM: tapi saya bingung gmn caranya
Firdaus HM: :(
Roni Yuzirman: tks pak
Roni Yuzirman: silakan kirim email ke saya aja...
Roni Yuzirman: nanti saya add
Firdaus HM: ok pak..
Firdaus HM: sudah saya kirim emailnya ke bapak...
Firdaus HM: makasih pak sebelumnya
Roni Yuzirman: sama2. mohon ditunggu...
Firdaus HM: iya saya tunggu pak..
Roni Yuzirman: sekantor dg rizal firdaus ya?
Firdaus HM: iya pak...
Firdaus HM: koq tau?
Roni Yuzirman: :)
Firdaus HM: :)
Firdaus HM: wah bapak jaringannya luas
Roni Yuzirman: itu saudara saya
Firdaus HM: ah, yang bener pak?
Roni Yuzirman: coba tanya deh...
Firdaus HM: wah2......dunia ini sempit
Roni Yuzirman: mas guruh kenal?
Roni Yuzirman: dia member tda juga, dulu kerja di virtual map juga
Firdaus HM: wah mas guru dulu di sini...sebelum saya kerja di sini pak
Roni Yuzirman: tau ym-nya rizal?
Firdaus HM: sebentar pak
Firdaus HM: beliau lagi ga ditempat
Roni Yuzirman: ya udah, titip salam aja kalau nanti ketemu...
Firdaus HM: iya pak...
Firdaus HM: oiya mas guruh aktif di TDA ya pak?
Roni Yuzirman: iya, di tda it
Roni Yuzirman: mas firdaus programer juga?
Firdaus HM: iya pak...
Firdaus HM: mas guruh dulu admin di virtualmap
Roni Yuzirman: sekarang dia bisnis it, gabung dgn member tda it di mangga dua square
Roni Yuzirman: dulu rizal yang ajak dia gabung tda...
Firdaus HM: ooo gitu ya pak....
Firdaus HM: asik saya punya kenalan di TDA
Roni Yuzirman: :)

Selengkapnya/Read More . . . .