Sunday, 25 March 2007

The Luck Factor : Ciptakan Keberuntungan dalam Hidup Anda

Seminar “The Luck Factor” yang diselenggarakan oleh pihak LoGOS Institute dan Komunitas TDA merupakan ‘kopdar’ saya yang pertama dengan Komunitas TDA.

Seminar ini hadiah kedua yang saya dapatkan dari TDA, yang sebelumnya saya telah mendapatkan ilmu tentang Law of Attraction dari film The Secret.

Apakah anda menyadari bahwa dalam kehidupan ini, ada orang yang hidupnya selalu dipenuhi keberuntungan (lucky) dan ada juga yang selalu sial? Ya, saya yakin anda menyadarinya.

Namun, apakah anda menyadari jika faktor keberuntungan (luck factor) itu dapat kita ciptakan dalam diri kita masing-masing? Saya yakin tidak semua menyadarinya, termasuk saya yang baru menyadarinya setelah mengikuti seminar tersebut. Jika anda tahu rahasia dari Luck Factor ini, maka hidup Anda akan dipenuhi keberkahan dan berkelimpahan.

Bapak Ahmad Faiz Zainuddin dari LoGOS Institute adalah penemu metode S-EFT (Spritual Emotional Freedom Techniques) sekaligus sebagai pembicara utama di dalam seminar tersebut. Judul dan isi dari seminar ini, diambil dari buku karangan Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris. Berikut merupakan intisari dari seminar tersebut dan ada beberapa hal yang saya tambahkan dari buku “La Tahzan” untuk memperkaya makna juga dari blog Pak Fauzi dan Pak Roni, silahkan membaca dan semoga bermanfaat.

Professor Richard Wiseman mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang beruntung dengan yang sial. Ia merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu beruntung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si beruntung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini“. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman meletakkan pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!“ Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific“ ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling“. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang.

Orang yang beruntung ternyata selalu “ge-er” terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit“. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Nah sekarang mari kita simak Faktor Keberuntungan yang disampaikan oleh Ahmad Faiz Zainuddin. Ia telah mengalami keberuntungan sepanjang hidupnya, salah satu contohnya adalah ketika dia mencari pasangan hidup, dia mendapatkan istri yang baik, segala jalan yang ia tempuh selalu diberi kemudahan oleh Allah. Berikut adalah 3 faktor yang akan membuat hidup Anda dipenuhi keberkahan dan berkelimpahan :

1. Bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki saat ini

Ingatlah setiap nikmat yang Allah anugrahkan kepada kita, Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki.

{Jika kamu menghitung rahmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.} (QS. Ibrahim:34).

Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah, kita memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Kita menguasai kehidupan, tetapi tak pernah mengetahuinya.

Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, usaha, pekerjaan, kesehatan, dan apa saja yang tersedia di sekeliling kita. Dan janganlah termasuk golongan {Mereka mengetahui nikmat Allah,kemudian mereka mengingkarinya.}(QS. An-Nahl:83).

Kita acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga kita pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa kita mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya kita masih memegang kunci kebahagiaan, karunia, kenikmatan, dsb. Maka pikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah!

2. Berbagi dengan bersedekah

Berbuat baik terhadap orang lain akan melapangkan dada. Ketika diri kita diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama manusia, niscaya kita akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati. Sedekahilah orang yang papa, tolonglah orang-orang yang terzalimi, ringankan beban orang yang menderita, berilah makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang terkena musibah, niscaya Anda akan merasakan kebahagiaan dalam semua sisi kehidupan Anda! Ini adalah mutlak benar adanya, karena saya sendiri pun sering mengalami kebahagiaan hati dengan membantu orang lain.

3. Selalu memperbaiki diri

Perbaiki diri kita secara terus menerus dalam segala aspek kehidupan kita. Jika kita berpegang teguh bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemaren dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, saya yakin segala aspek kehidupan yang kita jalani akan membuahkan kesuksesan.

Nah inilah 3 faktor menurut pak Faiz dalam seminar untuk menciptakan keberuntungan dalam kehidupan kita. Menurut hemat saya jika 3 faktor ini kita jalankan maka 4 faktor menurut Wiseman akan datang dengan sendirinya, karena dengan mengamalkan 3 point diatas maka hidup kita akan bahagia, merasakan kedamaian dalam hati dan dimudahkan rezeki kita.

Saya meyakini sepenuh hati dan akan terus mengamalkannya, walaupun saat ini rasa syukur terhadap nikmat yang Allah titipkan kepada saya masih kurang dan ini akan terus saya perbaiki. Bersedekah dengan mengeluarkan sebagian harta yg saya miliki, menolong orang yang sangat membutuhkan, membantu meringankan beban anak yatim, dll walaupun masih kecil dan mungkin tidak ikhlas, saya akan terus berusaha memperbaikinya. Ayo mari kita bersyukur, bersedekah dan memperbaiki diri kita :D.

5 comments:

Jennie said...

Firdaus,

Those are exactly what I've been saying to the world. Be grateful and give, the world will work in your favor. (Read my book Rahasia Sukses Terbesar for more details.)

~ Jennie S. Bev

Firdaus HM said...

Yes your right, more we give, more we get.
Thanks for your recomendation, I will read your book soon.

Fauzi Rachmanto said...

Pak Firdaus, jika Joe Vitale pernah bilang kita ini "magnet hidup" yg menarik hal2 yg ada di pikiran kita, wah ... Anda ini saya lihat magnet yg amat sangat kuat.

Firdaus HM said...

Wah, ini dia yang saya tunggu Pak Fauzi Rachmanto, blog anda sangat mengispirasi saya. Saya selalu mampir di blog bapak dan selalu menunggu artikel2 bapak yg baru. :D
Alhamdulillah jika saya punya magnet yang sangat kuat, itu karena saya selalu berusaha berfikir positif, selalu bergaul dengan blog2 yang dimiliki oleh orang2 hebat seperti anda, bergabung dengan komunitas yg memiliki energi positif, dan saya terus berusaha memperbaiki diri.

SEFT Spiritual Emotional Freedom Technique said...

Just info, Pelatihan SEFT Total solution Training yang Membahas Luck Factor kembali di gelar pada tanggal 20-21 Desember 2008 di Hotel Harris, Jl. Dr. Sahardjo 191. Tebet. Jakarta Selatan. Untuk registrasi dan pendaftaran silahkan hubungi Vina Afdi di LoGOS Institute. Jl. Jatiwaringin 24 Kavling K Telp. 021-86605151 ext 0 atau SMS Center di 081807788120. Informasi selengkapnya dapat kunjungi http://www.LoGOS-Institute.com/ or http://logosseft.blogspot.com/

Best Regards,

Endy Fatah Joesoef
0818991915
email : seftcenterlogos@in.com