Saturday, 14 April 2007

Bekerja di Rumah dengan Kantor Maya

Employee (E)–Self Employed (S)–Bussines Owner (B)–Investor (I). Saya yakin seorang entrepreneur pasti mengenal teori cashflow cuadrant dari om Kiyosaki. Apalagi para MLMers sejati..

Saat ini saya masih berstatus karyawan, namun akhir bulan april 2007 ini saya akan dan harus pindah ke kuadran (S), sekaligus merintis dari kecil kuadran (B). Loh koq?

Saya akan menawarkan jasa sebagai freelance programmer (S) sekaligus berbisnis (B). Bagaimana ya caranya? Caranya dengan bekerja di rumah, rumah dijadikan kantor maya sebagai pengganti kantor, dengan begitu waktu luang untuk memulai berbisnis lebih leluasa dan lebih fokus. Beda jika status saya masih seorang karyawan.

Coba bayangin, bekerja di rumah, pagi yang cerah, buka jendela, menghirup angin segar nan sejuk, nyalakan laptop, ditemani secangkir kopi panas dan lantunan musik dari radio prambors sambil mengerjakan proyek, kemudian istirahat bisa ngobrol sama teman2 via YM, blog walking, baca buku atau novel, tidur, dll. Yang terpenting adalah kebebasan mengatur jadwal tanpa harus bekerja under pressure, dll.Wah Mak Nyesss...

Menurut pak Budi Rahardjo bahwa seorang programmer lebih suka bekerja di rumah ketimbang bekerja di kantor. Saya yang kebetulan sebagai programmer, sependapat bahwa programmer itu membutuhkan suasana yang mood. Adanya estimasi waktu yang minim, dead line dan bekerja under pressure mengakibatkan hasil coding juga bakal seadanya, kurang terstruktur dan kurang kreatif.

Kelebihan bekerja di rumah menurut saya :

  1. Ikut andil dalam mengurangi kemacetan di ibu kota jakarta
    Bayangkan jika perusahaan-perusahaan IT di indonesia memberikan keleluasaan bagi karyawannya untuk bekerja di rumah dengan sistem virtual office dan modal kepercayaan, berapa persen kemacetan di ibu kota akan berkurang?

  2. Pengaturan waktu pengerjaan proyek atau job lebih fleksibel
    Proyek atau job bisa dikerjakan pagi, siang, sore atau malam hari sesuai mood, karena tiap orang berbeda moodnya dalam mengerjakan jobnya. Apalagi saat melakukan coding terkadang ide muncul pada saat rileks dengan berbaring di kasur atau refreshing dengan jalan-jalan atau melihat pemandangan yang indah.

  3. Memiliki banyak waktu luang
    Waktu luang untuk bersama keluarga, belajar ilmu-ilmu baru, berbisnis, dan tak lupa waktu luang untuk memperdalam ilmu agama, dll.

Kekurangannya :
  1. Lingkup Sosial
    Jika terbiasa bekerja di rumah dampaknya adalah kehidupan sosial jadi mengurang. Namun jika pandai dalam mengatur waktu, maka waktu luang itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan sosial, mengikuti seminar-seminar, pengajian, dll. Toh malah lebih bisa bersosialisasi dengan masyarakat ketimbang bekerja dikantor yang harus disiplin waktu datang pagi pulang sore.

  2. Terus apalagi ya?
Semua itu kembali kepada diri masing-masing. Saya memilih untuk memulai usaha kecil saya di rumah, karena saya ingin menjadi extraordinary entrepreneur, mungkin kah? Yes, nothing impossible in this world, insya Allah amin3x.

Link yang berhubungan dengan artikel ini :

4 comments:

Franx Budi H said...

Hallo salam kenal Firdaus,
Yah kita semua berusaha untuk bekerja di rumah dengan alasan yang tepat yaitu tidak jauh-jauh ke kantor dan hasil yang kita peroleh adalah milik kita.Terima kasih blog anda bagus..teruskan

Franx
secretofmind.blogspot.com

zakki said...

Benar sekali!
Saya yakin banyak orang yang suka dengan tipe pekerjaan seperti ini, apalagi untuk programmer. Saya juga ikut merasakan bagaimana penatnya jadi programmer yang kerja di kantor, yang kadang mood itu tidak muncul setiap hari. Blog anda sangat menginspirasi pikiran saya, sangat menyenangkan membaca tulisan2nya yang yang ringan tapi berbobot. Semoga sukses selalu. Btw, dapat ide darimana mas bisa bagus2 begitu tulisannya? :)

Firdaus HM said...

@budi dan @zakki, terima kasih atas supportnya dan commentnya.
@zakki: Alhamdulillah jika artikel di blog saya menginspirasi Anda. Darimana saya mendapatkan ide2 dari tulisan ini? Sejak sekitar 5 bulan yang lalu saya terpanggil untuk menjadi entrepreneur, sejak itu saya mulai searching dan gabung dengan komunitas, ikut seminar dan juga membaca buku2 tentang entrepreneur. Sejak itu ide2 untuk menulis di blog mengalir begitu saja.

MasTer Q said...

Thanks banget mas, sangat membantu dalam ujian buat saya. .