Saturday, 16 February 2008

10 Entrepreneur yang Sukses Membangun Bisnis dari Nol

Buku yang dikarang oleh Sudarmadi dengan judul “10 Pengusaha yang Sukses Membangun Bisnis dari 0” sangat inspiratif untuk dibaca, dan saya merekomendasikan buku ini dibaca untuk rekan2 yang baru akan mulai atau sedang merintis bisnisnya.

Menariknya sebelum buku ini dibuat, penulis melakukan riset sekitar 2 tahun untuk menemukan pengusaha yang benar-benar bisa dicontoh baik dari sisi kesuksesan bisnisnya maupun dari sisi integritas dan caranya meraih kesuksesan. Mereka bukan pengusaha yang suka “menileb” uang negara melalui kredit BLBI. Juga bukan pemilik perusahaan di mana karyawannya sering mendemo karena gaji dibawah UMR. Bahkan penulis tidak mau memilih entrepreneur yang bisnis kontraktor proyek-proyek pemerintah. Bukan berarti penulis mencurigai mereka sebagai pebisnis yang suka KKN, namun ini bagian dari kehati-hatian, untuk memastikan bahwa pengusaha yang diulas memang sukses karena kemampuannya bertarung di pasar secara fair, tidak karena dibantu fasilitas tertentu dari pemerintah atau rezim tertentu.

Hal penting lain, semua dari 10 pengusaha yang diulas di buku ini merupakan pengusaha yang benar-benar membangun usahanya sendiri dari nol. Mereka memulainya dari skala kecil. Kesuksesan mereka bukan karena warisan orangtua. Tidak. Ke-10 entrepreneur ini awalnya bukanlah pebisnis namun kemudian belajar berbisnis dan berhasil. Disinilah sisi menariknya, ada perjuangan, ada lika-liku, alias ada proses yang bisa digali dan dipelajari.

Ke-10 entrepreneur tersebut adalah : Mohammad Nadjikh, Ronny Lukito, Ermin Nasution, Harijanto, Budiyanto Darmastono, Hardiyanto Hoesoedo, Harry Sanusi, Rudy Suardana, Winita E. Kusnandar, dan Heppy Trenggono.

Saya sangat terkesan dengan kisah perjalanan usaha Mohammad Nadjikh yang dimulainya dari sebuah ‘kandang kuda irak’ hingga sukses memajukan usaha cold stage-nya yang menjadi pengekspor ikan teri berkualitas terbesar di Indonesia. Perjalan usaha yang unik lainnya adalah perjalan usaha Pak Harijanto yang memulai karirnya dari seorang pegawai gudang hingga memiliki perusahaan sepatu terbesar di Indonesia. Saya kagum dengan pemikiran dan perhitungan beliau yang matang dan cepat dalam mengambil keputusan, beliau berani melakukan buy out / membeli perusahaan Astra Footwear yang sedang bermasalah pada saat itu. Wow, ga kebayangkan berapa besar resiko yang ditanggungnya?.

Perjalanan usaha yang menarik lainnya adalah perjalanan usaha Pak Ronny Lukito yang memiliki perusahaan Tas dengan berbagai merek terkenal dan terbesar di Indonesia seperti Export, Elger BodyPack, dll. Pak Budiyanto Darmastono yang mendirikan perusahaan Kurir (PT NCS), dan ke-6 pengusaha lainnya yang menarik dibaca.

Buku ini sangat patut untuk menjadi santapan bagi pengusaha yang akan memulai atau sedang mendirikan usahanya, karena di dalamnya banyak pelajaran yang bisa diambil. Sekian dan selamat membaca buku tersebut semoga terinspirasi.

Buku terbitan Gramedia, harga Rp. 85.000,-. Jika kamu tidak sempat ke toko buku, kamu bisa memesannya secara online dengan harga Rp. 72.250,- di www.belidong.com

Selengkapnya/Read More . . . .

Saturday, 5 January 2008

Nikmati Perjalanan

“Jalur yang kau tapaki tidak akan ada artinya setelah kau sampai”
Pepatah Sufi

Kita akan selalu berkelana. Keindahannya adalah bukan pada "menjadi" tetapi pada menjalani. Ketika kita menikmati tantangan dan perjuangan hidup, mereka menjadi pengalaman yang indah. Seringa kali kita menunggu menaklukan tantangan yang ada di depan kita dan lupa menikmati proses yang ada. Kita selalu berusaha menuju tempat ain, tanpa sadar bahwa keindahan terletak pada perjalanan.

Dalam dunia korporat, jalan kita adalah takdir kita. Sekali kita tiba, jalan tersebut akan kehilangan makna. Jadi marilah kita nikmati perjalanan. Dia menggairahkan, menantang dan menyegarkan. Dia adalah tempat untuk pertumbuhan, pengalaman dan kebijaksanaan yang terus tumbuh.

Hargai jalan Anda, nikmati perjalanan Anda. Setiap kali kita tersandung, kita patut bertanya: Hikmah apa yang ada dari kejadian ini dan bagaimana kejadian ini bisa membatuku di masa depan? Tidak ada namanya kegagalan, yang ada hanya pelajaran.


Dikutip dari buku Corporate Sufi: Menjadikan Bisnis Lebih Bermakna dan Tangguh
Dapatkan bukunya di Toko Online Bedoco (www.belidong.com) klik di sini
Selengkapnya/Read More . . . .